Saturday, August 29, 2020
Tuesday, August 13, 2013
Ciri-Ciri Madu Alami dan Asli
Aroma,
Setiap madu berasal dari bunga yang
beraneka jenis. Lebah hanya merupakan medium (tempat) proses pembentukan madu.
Maka, secara alamiah madu harus memiliki kesamaan dasar dari jenis bunga. Selama
madu tidak dicampur bahan lain dan selama tempat penyimpanan, maka madu akan
menimbulkan reaksi aroma yang harum dari bunga tempat asalmula cairan tersebut
diambil Lebah. Seperti madu Pahit Pelawan yang berasal dari Bunga Pelawan atau
madu Kamper yang mempunyai aroma bunga pohon Kamper.Maka dari itu, jika anda
ingin membeli madu alami maka cium terlebih dahulu produk madu yang anda beli
tersebut, apakah terdapat aroma yang khas dari suatu bunga atau tidak ?
Tidak
membeku di Freezer, Madu yang baik, tidak selalu kental.
Madu yang diperoleh dari hutan umumnya encer seperti susu (Ilustrasinya jika
anda melihat susu yang diperas dari Sapi/ Kambing, maka bentuk alamiahnya tidak
kental). Madu yang alami dan asli, jika dimasukkan dalam freezer (kulkas/ lemari
es) selama 3 x 24 jam tidak akan beku/ tidak mengkristal keras. Jika anda
menemukan madu yang membeku (membentuk kristal keras) jika dimasukkan dalam
Freezer, maka dapat dipastikan dalam madu tersebut terdapat kandungan air
(dimana air ini umumnya digunakan sebagai pelarut gula pasir/ gula jawa/ gula
aren sebagai penambah rasa manis bagi madu yang tidak asli).
Tidak
basi, Selama masih tidak dicampur
cairan gula, cuka, sirop maka madu tersebut tidak akan basi. Madu yang alami
dan asli dapat disimpan selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Sehingga jika
anda ingin memilih stock makanan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama,
maka pilihlan madu sebagai salah satu alternatifnya.
Kandungan
Madu, Menurut ahli gizi, kandungan
madu terdiri dari Glukosa, Protein, dan Mineral (seperti zat besi, tembaga,
kalsium, Kalium, natrium, magnesium, dan phosfor). Dimana semuanya tersbeut
merupakan zat-zat esensial bagi tubuh. Sebagai contoh glukosa yang merupakan
sumber kalori / energi bagi tubuh.
Khasiat, Madu hutan liar akan memberikan khasiat yang lebih
baik daripada madu ternakan. Dari segi harga memang madu hutan lebih mahal,
namun dari segi khasiat madu hutan bagi tubuh jauh lebih baik. Sehingga jika
anda ingin berinvestasi dalam hal kesehatan tubuh, maka disarankan untuk rutin
meminum madu hutan liar yang alami dan asli dari produk kami ini.
Source:
http://ciri-cirimadualamidanasli.blogspot.com
Friday, January 18, 2013
Madu dapat mengobati berbagai jenis penyakit
Sepanjang sejarah, madu sudah digunakan manusia
untuk mengobati berbagai jenis penyakit, namun baru beberapa periode ini antiseptik
dan antibakteri yang berasal dari madu bisa dijelaskan secara kimiawi.
Efek Osmotik
Madu memiliki efek osmotik. Pada dasarnya madu
merupakan campuran dari monosakarida dengan aktifitas air yang rendah,
kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan juga mikroorganisme.
Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganisme
berkembang biak.
Hidrogen Peroksida
Hidrogen Peroksida terbentuk dari pelepasan yang
lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di madu. Hal ini terjadi jika madu
dicairkan, dimana oksigen dibutuhkan untuk rekasi ini, aktif hanya jika keasaman
madu dinetralisasi oleh cairan tubuh, dapat dihancurkan oleh adanya enzim
pencerna protein, dan akan hancur jika madu terpapar panas atau sinar.
Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak
akan mengkatalisis pembentukan radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida,
yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur antioksidan dalam madu membantu
membersihkan radikal bebas oksigen yang ada
.
C6H12O6 + H2O+O2 Ã
C6H12O7+H2O2 (reaksi oksidasi glukosa)
Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada
luka) hydrogen peroksida dihasilkan saat madu mencair terkena cairan tubuh.
Sebagai hasilnya, hydrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan dan menjadi antiseptik.
Pengobatan penderita diabetes
Madu juga sudah terbukti bisa digunakan untuk
pengobatan luka pada penderita diabetes dimana pasien tidak bisa menggunakan antibiotik.
Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan
apabila masuk kedalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi tanpa perlu
hormon insulin untuk mengubahnya.Sehingga dapat menyembuhkan penderita
diabetes.
Keasaman
Keasaman (PH) madu berkisar dari 3.2 sampai 4.5. Kondisi asam ini dapat mencegah tumbuhnya bakteri.Metilglioksal
Aktivitas antibiotic non peroksida disebapkan
oleh metilglioksal (MGO) dan komponen sinergi yang tidak dikenali. Kebanyakan
madu mengandung MGO yang sangat rendah, namun madu manuka mengandung MGO yang
sangat tinggi. Tingkat sinergi dalam madu manuka dua kali lipat lebih dari
aktivitas antibakteri MGO.
Efek nutraseutikal
Antioksidan dalam madu pernah diujikan pada tikus dan mampu mengurangi kerusakan yang terjadi di usus besar. Hal ini sesuai dengan pengobatan tradisional.Pengobatan sakit tenggorokan dan batuk
Madu juga sudah digunakan berabad-abad untuk
mengobati sakit tenggorokan dan batuk, dan sesuai penelitian yang baru dilakukan,
madu dapat meredakan batuk.
Aplikasi medis lainnya
Beberapa studi menunjukkan penggunaan madu dapat
mengurangi bau badan, bengkak, dan mengobati luka. Madu telah terbukti menjadi
pengobatan yang efektif untuk konjungtivitis pada tikus. Madu dipasteurisasi
secara luas diyakini dapat mengurangi alergi, meskipun tidak secara komersial
disaring atau madu mentah terbukti lebih efektif dibandingkan plasebo dalam
studi terkontrol dari 36 peserta dengan alergi pada mata.
Wednesday, January 16, 2013
Proses Pembentukan madu
Lebah
mengubah sakarida menjadi madu dengan proses mengunyah berkali kali sampai
setengah tercerna. Proses ini tidak dilakukan sekaligus. Setelah dikunyah, sakarida
masih dalam bentuk cair dan masin mengandun banyak air, maka proses selanjutnya
adalah penguapan sebanyak mungkin air dan transformasi dengan enzim.
Lebah
membuat madu sebagai sumber makanan. Pada musim dingin atau saat makanan
langka, lebah mengambil cadangan madu sebagai sumber energi.
Secara umum ada tiga jenis tipe
lebah dalam satu sarang:
- Seekor ratu
- Beberapa lebah jantan (untuk membuahi calon ratu baru)
- Ribuan lebah betina pekerja.
Lebah pekerja bertugas mengurus larva,
mengumpulkan nektar yang akan dibuat menjadi madu, serta mencari nektar.
Jenis-jenis lebah di Indonesia
Beragam Jenis Lebah Yang Ada Di Indonesia
Indonesia
dikenal memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan perlebahan yang
berupa kekayaan sumber daya alam hayati seperti berbagai jenis lebah asli
Indonesia & beraneka ragam jenis tumbuhan sebagai sumber pakan lebah,
kondisi agroklimat tropis & jumlah penduduk yang tinggi.
Dan
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki jenis lebah asli paling banyak
di dunia. Jenis lebah asli tersebut yaitu :
Lebah hutan (Apis dorsata)
Jenis lebah ini merupakan jenis lebah yang belum dapat dibudidayakan, umumnya hidup secara alami di hutan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan kepulauan Nusa Tenggara. Sampai saat ini lebah hutan merupakan jenis lebah yang penting bagi perlebahan Indonesia karena kontribusinya berupa produksi madu yang cukup tinggi, disamping itu kegiatan pemungutan madu lebah hutan merupakan salah satu peluang kegiatan bagi masyarakat di sekitar hutan.
Jenis lebah yang paling efektif menghasilkan madu adalah lebah dengan jenis Apis Dorsata. Lebah ini termasuk lebah Asia yang paling bagus memproduksi madu. Lebah ini hanya membuat sarang satu lapis yang meggantung di dahan pohon, di langit-langit yang terbuka, atau di tebing jurang. Untuk saat ini Apis dorsata belum bisa dibudidayakan di kandang tertutup. Dengan sarang berukuran 2 x 2 m lebah ini bisa menghasilkan 20 kg madu untuk setiap sarang.
Apis dorsata berbadan besar, dan hidup di daerah sub-tropis dan tropis
Asia seperti Indonesia, Filipina, India, Nepal dan tidak ditemukan selain di
daerah Asia. Di Indonesia lebah ini bisa ditemukan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi.
Apis cerana merupakan species lebah lokal yang umum dibudidayakan oleh masyarakat di pedesaan sebagai kegiatan sampingan. Meskipun produktifitasnya tergolong rendah, namun lebah ini sangat cocok dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat karena mudah diperoleh dan harganya relatif rendah.
Keberadaan lebah ini menjadi perdebatan ilmiah, krn hanya ditemukan spesimennya di musium. Sedangkan di lapangan, saat ini tidak pernah dilaporkan keberadaannya.
Jenis lebah ini mirip dengan A. florea, dengan membuat sarang tunggal pada semak – semak. Produktivitas lebah ini tergolong rendah & kurang begitu ekonomis dilihat dari produksi madunya. Penyebaran lebah ini dilaporkan terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa & Nusa Tenggara.
Jenis lebah ini sedikit lebih besar dari A. cerana dgn warna bulu yang kemerahan, hingga kini belum diusahakan secara komersial dan penyebarannya terdapat di Kalimantan & Sumatera.
Jenis lebah ini mirip dengan A. cerana dan hanya terdapat di Sulawesi, hanya warna tubuhnya lebih kuning.
Lebah Apis Dorsata
Lebah Apis Dorsata
Anatomi Apis Dorsata
Lebah
Lokal (Apis cerana)
Apis cerana merupakan species lebah lokal yang umum dibudidayakan oleh masyarakat di pedesaan sebagai kegiatan sampingan. Meskipun produktifitasnya tergolong rendah, namun lebah ini sangat cocok dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat karena mudah diperoleh dan harganya relatif rendah.
Habitat
Penyebaran :
Apis
cerana, penyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.
Lebah
Kerdil (Apis florea)
Keberadaan lebah ini menjadi perdebatan ilmiah, krn hanya ditemukan spesimennya di musium. Sedangkan di lapangan, saat ini tidak pernah dilaporkan keberadaannya.
Habitat Persebaran :
Apis
Florea, merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India
sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon klanceng.
Lebah
Kerdil/Kecil (Apis andreniformis )
Jenis lebah ini mirip dengan A. florea, dengan membuat sarang tunggal pada semak – semak. Produktivitas lebah ini tergolong rendah & kurang begitu ekonomis dilihat dari produksi madunya. Penyebaran lebah ini dilaporkan terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa & Nusa Tenggara.
Lebah Merah (Apis
koschevnikovi)
Jenis lebah ini sedikit lebih besar dari A. cerana dgn warna bulu yang kemerahan, hingga kini belum diusahakan secara komersial dan penyebarannya terdapat di Kalimantan & Sumatera.
Lebah
Gunung (Apis nuluensis)
Jenis lebah ini juga masih menjadi perdebatan
keberadaannya di Indonesia. Sejauh ini sudah dilaporkan keberadaanya di dataran
tinggi Serawak, namun diduga terdapoat pula di Kalimantan. Ukuran lebah ini
hampir sama dengan A. cerana.
Lebah
Lokal Sulawesi (Apis nigrocincta)
Jenis lebah ini mirip dengan A. cerana dan hanya terdapat di Sulawesi, hanya warna tubuhnya lebih kuning.
Lebah
Tanpa Sengat (Trigona spp)
Lebah ini merupakan lebah asli Asia dari genus trigona yang memiliki karakteristik spesifik yaitu madu yang dihasilkan mempunyai rasa asam namun tahan thdp fermentasi & bersifat jarang sekali hijrah serta harga produk madunya lebih tinggi dibandingkan dgn madu produk lebah genus Apis.
Perbandingan Bentuk Lebah :
Subscribe to:
Posts (Atom)




















