Showing posts with label NTB. Show all posts
Showing posts with label NTB. Show all posts

Saturday, December 1, 2012

Apa itu Madu ?


Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah Madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.

Dalam koloni lebah madu, madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi masyarakat lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini pada umumnya lebih dari yang mereka butuhkan, maka kemudian manusia ikut mengambil kelebihan produksi makanaan lebah tersebut untuk berbagai kebutuhannya. 
Bukankah di Al-Quran pun ada ayat yang berbunyi :
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An Nahl : 69).
 
Disinilah nampak kebenaran Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat 29 yang berbunyi ”Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…”
Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.
Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.
Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.
Madu mengandung unsur-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut defecation, mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.
Madu adalah pemanis terbaik dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu) perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas untuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.
Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa secara ilmiah seharusnya umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meningalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam.
Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths – USA dalam suratnya kepada American Honey Institute antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.
Anda yang beruntung membaca blog ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu…selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.


Madu NTB

Propinsi NTB merupakan salah satu daerah podusen madu yang telah dikenal secara nasional. Potensi madu menyebar di berbagai kabupaten di wilayah Propinsi NTB
.
Di NTB madu diproduksi dengan dua cara yaitu :

1.       MADU HUTAN : Madu yang dipanen langsung dari hutan (madu hutan) dengan jenis lebah Apis Dorsata.  Madu hutan NTB umumnya berasal dari Kabupaten Sumbawa yang merupakan salah satu daerah penghasil madu alam terbaik di Indonesia, dan keberadaan madu ini sudah dikenal di seluruh tanah air. Terkenalnya khasiat madu Sumbawa disebabkan oleh sumber pakan madu yang berasal dari lebah liar yang habitatnya berada di dalam hutan.

2.       MADU BUDI DAYA : Madu yang diperoleh dari hasil budi daya dengan jenis lebah Apis Cerana dan Trigona Sp. Madu budidaya berasal dari pulau Lombok. Umumnya di budidayakan oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan. Budidaya madu dilakukan oleh masyarakat di pekarangan rumah atau dikebun mereka. Lebah ini dibudidayakan dengan menggunakan Stup dan Gelodog.

Lokasi Penghasil Madu NTB

Untuk menjamin keaslian madu yang kita beli, kita harus pintar memilih penjual. Untuk madu hutan di pulau Sumbawa madu dengan kualitas terjaga bisa diperoleh melalui Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS).  JMHS didirikan oleh 3 koperasi dan sejumlah individu-individu yang concern sumber daya hutan.
Salah satu anggota JMHS adalah Koperasi Hutan Lestari yang berlokasi di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa. Di Koperasi ini kita bisa mengunjungi rumah madu yang menyediakan madu asli Sumbawa. Koperasi Hutan Lestari setiap tahunnya bisa menghasilkan rata-rata 4.000 sampai 5.000 kg madu. Bahkan pada tahun 2009 produksinya mencapai 11.500 kg. Masa panen raya madu ini umumnya pada bulan September-Oktober, jika beruntung kita bisa ikut menyaksikan bagaimana para pemburu madu melakukan proses pengambilan madu dengan memanjat pohon yang tingginya puluhan meter. Kita juga bisa merasakan nikmatnya madu yang baru saja dipanen dari sarangnya serta menikmati suasana hutan yang masih perawan.
Untuk menuju ke Desa Batudulang bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat sejauh + 27 km dari Ibu Kota Kabupaten Sumbawa. Dari Desa Batudulang menuju ke dua dusun dimana kita bisa langsung menyaksikan proses perburuan madu yaitu Dusun Ponik dan Dusun Semongkat yang jaraknya + 9 km dari Desa Batudulang.
Untuk madu budidaya di pulau Lombok, salah satu produsennya yaitu Kelompok Tani Madu Sari yang berlokasi di Dusun Batu Goleng, Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kelompok tani ini sudah berdiri sejak tahun 2001 dan beranggotakan 30 orang petani madu.
Kelompok tani madu sari bisa memproduksi madu rata-rata 50 sampai dengan 100 botol tiap bulannya. Madu ini berasal dari 270 Stup/kotak madu yang tersebar di anggota kelompok tani. Panen raya madu di lokasi ini tergantung pada musim kemarau, karena pada saat ini tanaman banyak yang sedang berbunga sehingga pakan lebah tersedia melimpah. Waktu panen raya tersebut biasanya pada bulan Pebruari dan April. Selain bisa merasakan nikmatnya madu, jika berkunjung kesini kita bisa langsung mencoba untuk memanen sendiri madu dari sarangnya. Untuk menuju daerah ini bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat degan jarak + 26 km dari Mataram.


Kandungan Madu
Madu mengandung 70-80% gula invert yang terlarut dalam : sukrosa, maltosa, dekstrik, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, asam pontotenat, asam folat, mineral Na, K, Ca, Mn, Fe, Cu, P, S, enzim hormone, zat bakterisida, fungisida, zat aromatic, lilin, protein, minyak atsiri, dan asam formiat serta serbuk sari bunga.
Madu mengandung air 12.5% – 22 % dari beratnya (tergantung jenis produknya. Sebagai contoh madu dari Rumah Madu tipe classic mengandung air +/-18% ; tipe Gold +/-15% dan tipe platinum mendekati 12.5%) dan komposisi terbesarnya adalah monosakarida dalam bentuk glukosa dan fruktosa . Selebihnya dalam persentase yang kecil adalah sukrosa, maltosa dan yang sangat penting adalah apa yang disebut sebagai phytochemicals dari berbagai jenis tumbuhan, tergantung dari mana lebah memperoleh nectar-nya untuk memproduksi Madu. Phytochemicals adalah nama umum zat kimia alami yang aktif secara biologis yang berasal dari tanaman.

Setiap tanaman memiliki phytochemical-nya sendiri-sendiri dan memiliki nama khusus tergantung tanamannya. Misalnya tomat dan semangka menghasilkan lycopene, teh dan bawang menghasilkan quercetin, anggur menghasilkan anthocyanin dlsb. Phytochemicals inilah yang antara lain berperan aktif yang membuat Madu memiliki berbagai khasiat pengobatan.
Sumber rujukan lain berdasarkan National Honey Board (USA) – madu secara umum mengandung hal-hal berikut:
Komponen Utama Madu
                                                                                                         (%)
Air                                                                                                    17.1
Fruktosa                                                                                           38.5
Glukosa                                                                                            31.0
Sukrosa                                                                                            1.5
Maltosa dan gula pereduski lainnya                                                    7.2
Trisakarida dan karbohidrat lainnya                                                   4.2
Sub Total                                                                                         99.5
Konstituen minoritas termasuk vitamin, mineral, asam amino dslb       0.5
Total                                                                                                100