Tuesday, January 1, 2013

Cara membedakan madu asli dan asli palsu (aspal)



Madu di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Madu hasil lebah ternak, yang dimaksud madu ternak adalah madu tersebut diambil dari nektar bunga pohon-pohon tertentu seperti rambutan, kelengkeng, durian dan sebagainya. Ketika pohon-pohon tersebut sedang berbunga, maka digiringlah lebah-lebah yang sudah berada dalam kotak-kotak menuju perkebunan pohon tersebut. Ciri khas dari madu ternak adalah aroma madunya sesuai dengan nektar bunga dari pohon yang dihinggapi.

2. Madu hutan, madu ini dikenal lebih baik karena lebih banyak mengandung nutrisi yang terdiri dari mineral dan vitamin. Jenis tawon madu hutan pun lebih baik daripada tawon madu ternak. Madu terbaik jenis ini tidak akan beku walaupun diletakkan di freezer selama berbulan-bulan karena kadar airnya di bawah 20%.

Kendati demikian, baik madu hutan maupun madu ternak mempunyai kelemahan. Ketika dipanen pada musim hujan madu akan banyak mengandung air hujan, sedangkan sifat air hujan sendiri bersifat asam. Selain menyebabkan lebih cair, madu juga teroksidasi udara menjadi lebih asam dan akan terfermentasi. Akibatnya, timbul gas yang bisa menjebol tutup botolnya. Semut pun tidak mau menghampiri karena rasanya yang masam-masam manis. Bila madu jenis ini dimasukkan ke dalam freezer akan mudah beku, meski termasuk asli.

Selain kedua jenis madu asli tersebut diera modern dan banyak akal manusia terdapat juga “Madu Aspal” asli tapi palsu. Ada banyak cara membuat madu palsu ini, diantaranya dengan bahan dasar buah nanas, digiling halus kemudian diperas airnya, dengan sedikit proses perebusan dan penambahan aroma maka jadilah madu.

Bagaimana cara membedakan madu asli atau bukan ? Di masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.
Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan.Lalu bagaimana cara membedakan madu asli dan palsu?
Madu alami tidak dikerubutin semut, ini belum tentu karena memang ada sebagian semut yang tidak suka madu umumnya adalah semut besar, dan untuk semut kecil biasanya akan menyukainya. Madu asli tidak haru selalu manis, ini tergantung jenis bunganya. Madu asli tidak akan membeku jika di masukan ke dalam kulkas, ini belum tentu benar, karena madu asli juga mengandung mineral yang dapat mencapai 25%, jadi bisa saja membeku.

Ada beberapa cara untuk membedakan mana madu yang asli dan madu yang palsu

1. Dengan mencampurkan madu dengan air, madu yang asli tidak akan tercampur, dan sebaliknya bagi yang palsu
2. Jika di masukan ke piring yang berisi air, lalu di goyang-goyang, maka madu yang asli akan membentuk pola yang mirip dengan sarang lebah, sedangkan yang palsu tidak, bahkan akan bercampur karena memiliki kadar air yang tinggi.
3. Teteskan madu pada kertas, madu yang palsu akan terserap oleh kertas karena kadar airnya tinggi.
4. Panaskan madu pada sebuah sendok yang di bakar dengan lilin, madu yang asli akan mendidih hingga busanya tumpah, sedangkan yang palsu tidak dan busanya sedikit.
5. Memasukan batang korek api pada madu beberapa saat, setelah itu di pantik (dibakar) dengan korek api, jika masih korek tersebut masih menyala, berarti madu itu asli.
6. Mencampurkan madu dengan kuning telur, maka telur tersebut akan ter-koagulasi yang terlihat seperti matang, karena madu mengandung asam, dan telur mengandung protein yang bila di campur akan menggumpal dan terlihat seperti matang.


Saturday, December 1, 2012

Apa itu Madu ?


Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah Madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.

Dalam koloni lebah madu, madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi masyarakat lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini pada umumnya lebih dari yang mereka butuhkan, maka kemudian manusia ikut mengambil kelebihan produksi makanaan lebah tersebut untuk berbagai kebutuhannya. 
Bukankah di Al-Quran pun ada ayat yang berbunyi :
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An Nahl : 69).
 
Disinilah nampak kebenaran Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat 29 yang berbunyi ”Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…”
Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.
Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.
Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.
Madu mengandung unsur-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut defecation, mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.
Madu adalah pemanis terbaik dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu) perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas untuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.
Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa secara ilmiah seharusnya umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meningalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam.
Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths – USA dalam suratnya kepada American Honey Institute antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.
Anda yang beruntung membaca blog ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu…selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.


Madu NTB

Propinsi NTB merupakan salah satu daerah podusen madu yang telah dikenal secara nasional. Potensi madu menyebar di berbagai kabupaten di wilayah Propinsi NTB
.
Di NTB madu diproduksi dengan dua cara yaitu :

1.       MADU HUTAN : Madu yang dipanen langsung dari hutan (madu hutan) dengan jenis lebah Apis Dorsata.  Madu hutan NTB umumnya berasal dari Kabupaten Sumbawa yang merupakan salah satu daerah penghasil madu alam terbaik di Indonesia, dan keberadaan madu ini sudah dikenal di seluruh tanah air. Terkenalnya khasiat madu Sumbawa disebabkan oleh sumber pakan madu yang berasal dari lebah liar yang habitatnya berada di dalam hutan.

2.       MADU BUDI DAYA : Madu yang diperoleh dari hasil budi daya dengan jenis lebah Apis Cerana dan Trigona Sp. Madu budidaya berasal dari pulau Lombok. Umumnya di budidayakan oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan. Budidaya madu dilakukan oleh masyarakat di pekarangan rumah atau dikebun mereka. Lebah ini dibudidayakan dengan menggunakan Stup dan Gelodog.

Lokasi Penghasil Madu NTB

Untuk menjamin keaslian madu yang kita beli, kita harus pintar memilih penjual. Untuk madu hutan di pulau Sumbawa madu dengan kualitas terjaga bisa diperoleh melalui Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS).  JMHS didirikan oleh 3 koperasi dan sejumlah individu-individu yang concern sumber daya hutan.
Salah satu anggota JMHS adalah Koperasi Hutan Lestari yang berlokasi di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa. Di Koperasi ini kita bisa mengunjungi rumah madu yang menyediakan madu asli Sumbawa. Koperasi Hutan Lestari setiap tahunnya bisa menghasilkan rata-rata 4.000 sampai 5.000 kg madu. Bahkan pada tahun 2009 produksinya mencapai 11.500 kg. Masa panen raya madu ini umumnya pada bulan September-Oktober, jika beruntung kita bisa ikut menyaksikan bagaimana para pemburu madu melakukan proses pengambilan madu dengan memanjat pohon yang tingginya puluhan meter. Kita juga bisa merasakan nikmatnya madu yang baru saja dipanen dari sarangnya serta menikmati suasana hutan yang masih perawan.
Untuk menuju ke Desa Batudulang bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat sejauh + 27 km dari Ibu Kota Kabupaten Sumbawa. Dari Desa Batudulang menuju ke dua dusun dimana kita bisa langsung menyaksikan proses perburuan madu yaitu Dusun Ponik dan Dusun Semongkat yang jaraknya + 9 km dari Desa Batudulang.
Untuk madu budidaya di pulau Lombok, salah satu produsennya yaitu Kelompok Tani Madu Sari yang berlokasi di Dusun Batu Goleng, Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kelompok tani ini sudah berdiri sejak tahun 2001 dan beranggotakan 30 orang petani madu.
Kelompok tani madu sari bisa memproduksi madu rata-rata 50 sampai dengan 100 botol tiap bulannya. Madu ini berasal dari 270 Stup/kotak madu yang tersebar di anggota kelompok tani. Panen raya madu di lokasi ini tergantung pada musim kemarau, karena pada saat ini tanaman banyak yang sedang berbunga sehingga pakan lebah tersedia melimpah. Waktu panen raya tersebut biasanya pada bulan Pebruari dan April. Selain bisa merasakan nikmatnya madu, jika berkunjung kesini kita bisa langsung mencoba untuk memanen sendiri madu dari sarangnya. Untuk menuju daerah ini bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat degan jarak + 26 km dari Mataram.


Kandungan Madu
Madu mengandung 70-80% gula invert yang terlarut dalam : sukrosa, maltosa, dekstrik, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, asam pontotenat, asam folat, mineral Na, K, Ca, Mn, Fe, Cu, P, S, enzim hormone, zat bakterisida, fungisida, zat aromatic, lilin, protein, minyak atsiri, dan asam formiat serta serbuk sari bunga.
Madu mengandung air 12.5% – 22 % dari beratnya (tergantung jenis produknya. Sebagai contoh madu dari Rumah Madu tipe classic mengandung air +/-18% ; tipe Gold +/-15% dan tipe platinum mendekati 12.5%) dan komposisi terbesarnya adalah monosakarida dalam bentuk glukosa dan fruktosa . Selebihnya dalam persentase yang kecil adalah sukrosa, maltosa dan yang sangat penting adalah apa yang disebut sebagai phytochemicals dari berbagai jenis tumbuhan, tergantung dari mana lebah memperoleh nectar-nya untuk memproduksi Madu. Phytochemicals adalah nama umum zat kimia alami yang aktif secara biologis yang berasal dari tanaman.

Setiap tanaman memiliki phytochemical-nya sendiri-sendiri dan memiliki nama khusus tergantung tanamannya. Misalnya tomat dan semangka menghasilkan lycopene, teh dan bawang menghasilkan quercetin, anggur menghasilkan anthocyanin dlsb. Phytochemicals inilah yang antara lain berperan aktif yang membuat Madu memiliki berbagai khasiat pengobatan.
Sumber rujukan lain berdasarkan National Honey Board (USA) – madu secara umum mengandung hal-hal berikut:
Komponen Utama Madu
                                                                                                         (%)
Air                                                                                                    17.1
Fruktosa                                                                                           38.5
Glukosa                                                                                            31.0
Sukrosa                                                                                            1.5
Maltosa dan gula pereduski lainnya                                                    7.2
Trisakarida dan karbohidrat lainnya                                                   4.2
Sub Total                                                                                         99.5
Konstituen minoritas termasuk vitamin, mineral, asam amino dslb       0.5
Total                                                                                                100